Ass.wr.wb
Akhirnya…. selesai juga baca novel karya Habibburahman El Shirazy yang booming dan lebih booming lagi waktu di bikin versi movienya. Ayat-Ayat Cinta.
Sedikit berbeda dengan filmnya. Baik secara alur cerita, maupun karakter tokohnya. Lebih kompleks dan imajinatif. Lebih rinci dan mendalam. Baik nilai-nilai spiritual, ajaran-ajaran dan filsafat dalam kehidupan seorang Fahri.
Sangat kontras dengan filmnya. Novel ini lebih menyentuh secara halus. Membawa pembaca lebih mengerti penderitaan tokoh utama dan bagai ma dia menjalani cobaan dan musibah. Fahri, menunjukkan dengan sangat tegas, bahwa sabar dan sholat akan membantunya menyelesaikan semua masalah rumit yang dihadapi.
Beberapa teman, mengatakan, lebih bagus filmnya daripada novelnya. Mungkin mereka secara langsung membandingkan antara film dengan novelnya. Saya sendiri akan berkomentar hal yang sama bila telah membaca novelnya terlebih dahulu. Namun ada kesenangan tersendiri saat menonton film kemudian membaca novelnya. Sosok ketabahan dan keikhlasan Fahri dapat terbayangkan dengan jelas. Sikap dan sifat seorang Aisha, Ketegaran dan penderitaan Noura, Kekuatan dan perasaan Maria, perasaan dan kebaikan Nurul. Dapat tergambarkan dengan sangat jelas. Sungguh ini benar-benar karya yang seharusnya mendapatkan apresiasi yang lebih dan penghargaan yang setinggi-tingginya.
Karya yang memberikan pelajaran moral, spiritual dan persatuan tanpa harus menggurui atau memerintah. Semoga karya ini dapat dijadikan sebuah referensi kehidupan bermasyarakat dan toleransi.
Wassalam. wr. wb